Label

about me (2) CHILDHOOD (1) english (5) family (4) fiction (1) galau (8) gereja (3) jalan-jalan (1) jobseeker (1) junk (5) kuliah (1) memories (9) motivasi (1) prayer (1) quote (5) random (3) skripsi (6) teman (3)

Senin, 12 September 2011

BERSUKACITALAH!

HIDUP BERKEMENANGAN: PILIHAN UNTUK BERSUKACITA!

(Oleh Rick Warren “Kuasa Tuhan untuk Mengubah Hidup Anda”)

“Kebahagiaan” adalah impian nomor satu bagi manusia. Berbahagia adalah sebuah hal yang serius, kita harus mengusahakannya. Kita tahu bahwa kita harus bisa berbahagia di setiap waktu. Mudah bagi kita untuk berbahagia jika semuanya berjalan lancar. Sayang sekali, tidak semuanya itu akan berjalan lancar sesuai dengan rencana kita. Jadi, bagaimana kita bisa tetap optimis ketika semuanya berjalan buruk? Inilah saatnya sukacita dibutuhkan.

Filipi 4:4 “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”

Kebahagiaan bergantung pada apa yang terjadi. “Hari ini saya bahagia karena semuanya berjalan lancar.” Sukacita berbeda, karena memiliki makna yang lebih dalam. Sukacita adalah sebuah sikap dan pilihan. Ini adalah sebuah karya dari dalam dan tidak bergantung pada keadaan. Sudah merupakan pilihan kita untuk bersukacita. Kita bisa memilih untuk bersukacita tanpa memandang keadaan kita.

Ketika kita belajar untuk bersukacita, kita telah meningkatkan hidup kita secara luar biasa. Sebagai orang Kristen, kita harus bisa menjadi orang yang paling positif di dunia dan bisa bersukacita di dalam segala keadaan. Mengapa? Roma 5 memberikan tiga jawaban.

1. Di dalam Tuhan, kita menaruh pengharapan

Roma 5:1-2 “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.”

Paulus kemudian menjelaskan bahwa hasil dari pengalaman akan kasih karunia Tuhan adalah “kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.” Sebagai orang Kristen, tidak ada keadaan yang buntu sepenuhnya. Orang Kristen memiliki pengharapan.

Dikatakan bahwa seseorang bisa hidup 40 hari tanpa makanan, 3 hari tanpa air, tetapi tidak dapat hidup kurang dari satu menit tanpa pengharapan. Kita harus memiliki pengharapan.

Banyak orang memiliki pengharapan tetapi tidak didasarkan di atas sebuah dasar yang kuat. Banyak orang yang mendasarkan pengharapan mereka pada hal yang salah: bursa saham, penampilan mereka, gaji, pekerjaan, dan keluarga yang baik. Tetapi semuanya itu bersifat sementara dan bisa diambil daripada kita. Ketika mereka itu lepas dari kita, pengharapan kita juga lepas. Sukacita adalah hal yang mustahil tanpa pengharapan.

Sebaliknya, orang Kristen memiliki alasan untuk tetap positif. Kita bisa bersukacita karena kita bersukacita di dalam pengharapan. Di dalam Roma 12:12 Paulus mengingatkan kita untuk bersukacita di dalam pengharapan. Paulus sedang membahas tentang pengharapan kita di dalam Kristus. Pengharapan kita di dalam Kristus adalah alasan yang pertama kita bisa bersukacita, bahkan di dalam masa-masa sulit.

2. Tuhan memiliki tujuan bagi hidup kita.

Kita bisa bersukacita karena Tuhan memiliki tujuan di dalam setiap situasi yang kita hadapi.


Roma 5:3 “Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan.”

Banyak orang salah mengerti bahwa ketika mereka mengatasi masalah mereka, mereka akan bahagia. Tetapi, kita tidak akan pernah mengatasi semua masalah kita selama kita hidup. Di dalam hidup, kita temukan bahwa ketika kita mengatasi masalah besar, kita akan mendapatkan masalah yang lebih kecil yang tidak kita perhatikan ketika kita berfokus pada masalah besar. Sukacita adalah menikmati hidup ini meskipun sedang menghadapi masalah. Sukacita bukan berarti hilangnya penderitaan tetapi hadirat Tuhan. Itulah sebabnya Paulus berkata kita bermegah di dalam kesengsaraan: Tuhan selalu menyertai kita.

Jangan menyalahartikan maksudnya; Paulus tidak mengatakan kita harus berpura-pura bersukacita. Tuhan tidak menginginkan kita menjadi seorang penipu atau munafik. Paulus tidak meminta kita untuk menyangkali hal-hal buruk di dalam hidup kita. Dia juga tidak membahas tentang masokisme (kegembiraan karena disiksa). Sebagian orang Kristen berpendapat bahwa semakin mereka menderita, semakin rohani hidup mereka. Penderitaan bisa membawa hal-hal yang baik di dalam hidup kita tetapi Paulus tidak membahas tentang masokisme.

Paulus berkata “Kita bermegah di dalam kesengsaran.” Dia tidak berkata “bermegah karena kesengsaraan kita.” Dia juga tidak berkata kita menikmati kesengsaraan. Dia berkata kita bermegah di dalamnya karena kita tahu bahwa di dalam penderitaan terdapat tujuan. Tuhan memiliki sebuah tujuan dengan mengizinkan masalah terjadi. Dengan sudut pandang seperti ini, kita bisa menentukan bagaimana kita bereaksi terhadap berbagai peristiwa di sekeliling kita, baik maupun buruk. Paulus berkata bahwa sebagai orang Kristen kita bisa bersukacita meskipun kita sedang berada dalam masa sulit karena kita berpengharapan dan karena kita tahu Tuhan bekerja di dalam hidup kita. Pencobaan dan kesulitan kita memiliki nilai. Lebih mudah menghadapi kesengsaraan ketika kita tahu bahwa ada tujuan di dalamnya, dan itu tidak akan sia-sia.

Roma 5:3-4 Paulus menyatakan bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

Apakah masalah tersebut karena diri kita sendiri, orang lain atau pun iblis, Tuhan mengijinkannya. Tetapi kita juga harus memahami bahwa kesulitan dan sakit tidak secara otomatis menghasilkan ketekunan, karakter dan pengharapan. Sebaliknya ketika kita menghadapi hal ini, sebagian orang menjadi kepahitan, marah dan tegang. Hasil yang baik akan muncul jika kita memilih sikap yang benar terhadap masalah, dan sikap itu adalah sukacita. Kita bersukacita di dalam masalah, bukan karena masalahnya,tetapi karena Tuhan memakai masalah itu untuk kebaikan dalam kehidupan kita.

3. Tuhan beserta kita

Roma 5:11 kita bermegah karena apa yang telah Tuhan kerjakan melalui Tuhan Yesus Kristus yang telah menjadikan kita sahabat Tuhan.

Kita bisa bersukacita di dalam segala keadaan karena Tuhan selalu beserta orang-orang yang percaya kepada-Nya, tidak peduli di mana kita berada atau apa yang kita hadapi. Sebagai orang percaya, kita telah berekonsiliasi dengan Tuhan melalui Yesus Kristus. Kita telah menjadi rekan sekerja Tuhan dan hubungan ini kekal adanya.

Ingat janji-Nya di dalam

Yesaya 43:2 “Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.”

Tidak peduli apa yang Anda alami di dalam hidup ini, Anda tidak akan melewatinya sendiri. Inilah alasan untuk bersukacita!


Sumber: HIDUP BERKEMENANGAN: PILIHAN UNTUK BERSUKACITA!

Rabu, 07 September 2011

HARAPAN

Aku mohon jangan biarkan yang terburuk terjadi, Tuhan.
Aku menaruh harapanku padaMu dan mengandalkanMu.

I LOVE YOU


I love you
I love you
I love you
I love you
I love you
I love you
I love you
I love you
I don't wanna make you cry or sad because I really really so much love you both.
Thanks for being my great great parents.
I want to make you proud of me.
You are my strength and the main reason I struggle in this world.
I love you.

Senin, 05 September 2011

PLEASE, HELP ME!

Aku telah melakukan yang terbaik yang bisa kulakukan, Bapa. Sekarang, sisanya kuserahkan kepadaMu.

Kau bilang aku boleh meminta apapun dalam doa, apapun...
dan aku meminta 'sesuatu' itu tiap saat dalam hatiku baik pagi, siang dan malam.
Ia selalu ada didalam doa ku.

Apakah Kau mendengarkannya?
Aku sangat amat memohon untuk sesuatu ini. Sangat dan teramat...

Bapa, jangan biarkan aku menangis dalam kesedihan, jangan.
Aku mohon.

Aku merasa dari awal ini sudah suatu mukjizat untukku. Sungguh.
Aku bahkan tidak berharap lagi untuk sesuatu itu, tetapi Kau 'berkata lain' sehingga sesuatu itu memintaku datang lagi dan lagi hingga 2 kali.
Aku benar-benar tidak menyangka sesuatu itu memanggilku hinga 2 kali.
Sungguh ini benar-benar diluar dugaan.

Kau tau persis, aku sangat menginginkan sesuatu itu, hingga Kau 'berkata lain' yang ku pikir aku tidak akan berhasil tetapi faktanya sesuatu itu memanggilku hingga tahap terakhir dan kini aku benar-benar sangat berharap mendapatkan sesuatu itu.

Aku mengandalkanMu dalam setiap apa yang kulakukan.
Tolong beri aku kesempatan bahwa aku sungguh layak untuk sesuatu itu.

Semoga aku mendapat kabar baik dalam minggu ini.

Selasa, 30 Agustus 2011

24 MARET 2009

"jika ada seseorang yang mensupport kamu, yakinlah kalo mereka melakukannya dengan tulus, jika tidak maka ia tidak akan melakukannya sama sekali.."

boss kamu,
orang tua kamu,
adik kamu,
teman kantor kamu,
teman kosan kamu,
murid kamu,
teman kuliah kamu,
aku,
dll

*iseng buka mesej pesbuk :)

Minggu, 21 Agustus 2011

MARIO TEGUH

Kau tahu, pagi ini aku membuka facebook (kebiasaan yang udah otomatis pas buka laptop).
Gue menemukan ada quote bagus dari seorang motivator hebat Indonesia, Mario Teguh.
Capcus deh boo,

Engkau yang merasa sendiri dalam kesedihanmu,
Sesungguhnya engkau tidak sendiri.

Tuhanmu yang anggun dan sabar
...ada sangat dekat denganmu,
mendengarkan ratap dan keluh kesahmu.

Sadarilah juga bahwa Tuhan kekasih hatimu itu
adalah Yang Maha Kuasa,
yang jika Dia berkenan,
engkau akan segera dikeluarkan dari kesedihanmu.

Maka cukupkanlah ratapanmu,
mulailah merincikan semua yang seharusnya kau syukuri,
dan mintalah apa yang kau butuhkan
untuk menjadi jiwa yang lebih damai dan kuat.

Amin

Selasa, 09 Agustus 2011

A MEMORY LEFT IN SALEMBA

Tepatnya tanggal 7 Agustus 2011, hari Minggu. Galau. Kata yang paling tepat untuk mendeskripsikan kejiwaan seorang cewe yang udah cukup umur (ukurannya apa coba?!) yang berjiwa abege ababil. Kacrruuuuuttt!!! *buka aib. Well, setelah mengalami guncangan psikis dalam interview kerja di sebuah Bank besar. Gue berpikir ada yang salah dengan diri gue dan harus segera diperbaiki. Baiklah, akhirnya gue membeli beberapa buku panduan psikotest, TPA, tips lulus wawancara yang judul bukunya heboh-heboh banget dan ‘maaf’ agak alay. LOL. Contoh: Soal-soal Panas Panduan Nasional TPA, Psikotes dan wawancara kerja; Pasti lolos TPA; Strategi jitu menaklukkan soal-soal Psikotest dan TPA, dll. (lebayyy deh!!)

Oke buku-buku ini kelihatannya mantap sekali, gue tau bisa ngerjain tanpa bantuan orang lain tapi heeeyy,, I need something more than just answering or picking the right pictures or whatever deh! Gue butuh trik dan tips untuk ngerjain itu semua, akhirnya gue berpikir dan berpikir dan berpikir hingga ada satu nama yang muncul dikepala gue yaitu jeng jengg jeeeennngg, ya itulah… *rahasia perusahaan.

Dibutuhkan keberanian yang harus gue tumpuk-tumpuk kayak karung beras yang bertindihan sebanyak 8 karung dengan berat masing-masingnya 50kg. Kebayang gak?! *gak make sense deh! Tau untuk apa? cuman bilang, “Gue butuh bantuanmu. Segera. Soon.” That’s it! Gue ulangin that’s it!! (biar lebih dramatis). Ih, memalukan banget cong, padahal temen sendiri juga (but he’s the special one *ini jujur). Akhirnya gue tweet dia dan surprisingly, dia mau ngajarin gue, terus kita janjian ketemu di halte FK UI Salemba. Mennn, jauh bener dari Bekasi ke Salemba harus mengarungi jalan tol, pasar tradisional yang macet, dan dipaksa dimintain duit sama pengamen yang bahkan gak ngamen sama sekali, tapi demi sesuap nasi dan segenggam berlian bang toyib rela gak pulang-pulang. *eh, kok nyasar kesini jadinya?! Geblek. Karena gue butuh bantuannya jadi wajarlah gue yang datengin tempatnya, itu loh maksud gue.

Hmmm, gosh!! Dalam pikiran gue yang berisik banget, berontak seperti perang antara jerman barat dengan jerman timur bombardir sana sini, penuh dengan ceceran darah dan ada musik dangdut tiba-tiba abang es doger lewat??!! (hei, ini datangnya dari mana? Imajinasi yang aneh, ngawur banget), balik ke cerita --> ketika gue nyampe di halte itu, “oh tidak, oh tidak, apa yang akan terjadi, kacruuuut…!!!” *rada-rada (gejala gangguan mental). Gue jarang banget ketemu dengan orang ini dan hari ini ketemu and it feels like an awkward moment. Tapi gue tipikal orang sanguin (dan orang itu juga ngaku-ngaku sanguin *merasa tersaingi dan lagi-lagi gak make sense), tentu aja suasana bisa langsung lumer *hari itu panas banget jadi ini bener-benar masuk akal, ‘LUMER.’

Bertemu. Salaman. Bilang apa kabar? Jawab dan tanya balik apa kabar. Kikuk, kikuk.. gue ngerasa kayak robot gedek yang kurang oli, kaku! (katanya sanguin?!) Woy, woy, woy, biar gue jelasin. Oke, gue gak bisa jelasin apa-apa. Dia ngajak gue ke suatu restoran fastfood yang pusatnya ada di Amerika dan cabangnya banyak bergelimpangan di Jakarta dan sekitarnya dan seluruh Indonesia lah, maskotnya badut dengan rambut merah keriting dan bajunya garis-garis dan dominasi 3 warna merah, putih, kuning. Lo pasti taulah.

Bertemu dengan dua orang temannya, dan oo..oo.. jadi inget pas sidang skripsi waktu itu. Gimana keadaannya? Asik! Serius, langsung akab (akhirnya gue membuktikan kalo gue emang sanguin tulen) *sebenernya gak penting-penting amat lo tau gue tipikal orang yang gimana, cuman gue aja yang suka ngasih info gratisan gak penting. Hahahaha…

Jalan kekosan temennya, katanya kosannya si temen gue ini kurang memadai kalo mau belajar akhirnya mengungsilah kami dikosan temannya itu (terlalu banyak kata teman). Sial, kayak korban tsunami atau gempa bumi yang membuat kami menjadi seperti gembel miskin gak karu-karuan dan untung ada yang mau nampung. Terima kasih kawan, upahmu besar di kantormu. :p

Serius, tujuan gue tulus cuman untuk berguru dengan sang master TPA/Psikotest (kalo dia baca ini mungkin gue agak lebay tapi gue mengakui kehebatannya dan kalung salib yang pakainya cool) *kenapa sering ada kalimat yang gak nyambung yah?!

Wow, wow, dan wow (kalo bisa gue bakalan cuman tulis kata wow untuk satu paragraph ini dan hey, ini tulisan gue dan siapa yang ngelarang coba?) wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow. Cukup!

Gue gak nyangka dia masih bisa bersikap baik sama gue, masih mau ngajarin gue, padahal waktu itu gue cuekin dia pas muncul tiba-tiba di sidang skripsi gue. Sebenernya bisa aja dia sakit hati waktu itu (gue terlalu sensitif). Plisss, maafin banget. Gue keki men, keki banget, sumpah keki-sekeki kekinya, keki yang paling akut yang bisa bikin gue keki setengah hidup. Padahal mah, seneng banget ngeliat dia muncul, hehehe *gengsi gak ketulungan. Kangen gue, tapi yah gak mungkin juga dia kangen sama gue dan perasaannya aja udah berubah kali sama gue. Yang gue tau sekarang dia udah punya cewe, semoga aja langgeng deh.

Kalo ditanya apakah gue masih suka sama dia? Ini pertanyaan sulit banget buat dijawab, kalo gue jabarin mungkin kayak gini. Oke, gue mencoba untuk nyari pengganti dirinya, gue ngeliat cowo cakep dan mata gue langsung berbinar *najonggg. Tapi cuman sebatas itu aja, kalo pun tuh cowo deketin gue (buset pede banget) entah kenapa perasaan gue datar aja. Yah, kalo kata si Niken (temen sekelas) kita samaan, kalo udah suka suka sama satu orang yah bakalan suka untuk selamanya (lebay.. kata lainnya untuk waktu yang lama). Tapi itulah kenyataannya. Gue sih pasrah aja, kalo dibilang cinta bertepuk sebelah tangan, ya mungkin bener.

Tapi pas kemaren gue tanya, “wanitamu kerja dimana sekarang?” (EYD banget deh eike). Dia menjawab, “ah, udahlah gak usah dibahas itu..” Sepertinya ada yang salah dengan hubungan mereka (ini mah cuman tebakan sotoy gue aja). Gue merasa bersalah karena nanyain itu dan okelah gue gak akan pernah nanya-nanya lagi.

Seberapa besar harapan gue pengen balikan sama dia? Haduh, kenapa gue buat pertanyaan yang sulit untuk gue jawab sendiri. Yang pasti perasaan gue tetap sama sejak pertama kali gue suka sama dirinya. Entahlah, pertama-tama mungkin karena gue takjub sama kecerdasannya (awal gue suka sama dia) dan alasannya lainnya gue gak ngerti kenapa sampe sekarang gue belum bisa ngelupain dia. Gue hanya merasa dia spesial yang gak bisa gue jabarin. Harapan gue seluas langit biru, tak berbatas. Ketika gue memandang langit, gue seperti menggantungkan semua harapan-harapan yang gue ingin capai dalam hidup ini baik cita dan cinta. Waktu putus dulu, gue tau itu salah satu kesalahan terbesar gue. Masalah sepele yang seharusnya gak terjadi dan mungkin karena pengalaman pacaran pertama kali jadi gue grogi (anjreettt, udah kayak ujian SPMB aja). Tapi kalo dikasih kesempatan kedua, gue yakin gue udah memperbaiki diri gue dari kesalahan yang udah pernah gue buat dulunya. Tapi yah, lagi-lagi gue cuman bisa berdoa. Seandainya dia masih suka sama gue entah gimana gue mendeskripsikannya (gue akan sangat bahagia) tapi seandainya dia gak suka gue yah mungkin emang gak jodoh kali dan mau gak mau harus cari yang lain lah. Hahahha. Gue yakin Tuhan baik kok.

Orang lain mungkin akan berpikir gue adalah orang yang tolol, suka sama cowo yang bahkan gue gak tau apakah rasa sukanya dia sama kayak gue atau gak atau yang lebih parahnya lagi dia punya perasaan suka gak sama gue? Auah gelap, katakanlah begitu. Ngomongin hati kadang emang gak masuk akal, tapi yaaahh elah, susah banget gue jelasinnya. T_T

Yang pasti gue masih suka dengan dirinya, tapi entahlah kalo dia baca postingan gue ini. Gue gak mau dikasihani dan gue tidak sedang mengemis cinta darinya. Satu lagi, gue juga gak mau dijadiin pelarian kalo (misalnya/seandainya) dia putus dengan wanitanya yang sekarang. Serius, gue gak pernah doain mereka bakalan putus, klo dia bahagia sama cewe itu, itu baik untuknya. Gue mau kalo pun dia suka, harus suka yang tulus (astakjim, alay gue kambuh).

Berapa paragraph tuh yang gak nyambung sama tujuan awal gue yang pengen cerita tentang proses belajar gue dengan dia, eh malah curhat gak karuan. Blogspot emang is the best lah. *tuh kan gak nyambung lagi. -_____-“