boss kamu,
orang tua kamu,
adik kamu,
teman kantor kamu,
teman kosan kamu,
murid kamu,
teman kuliah kamu,
aku,
dll
The sky is limitless, I do not know where to start or to end. Why is the sky so vast? As if there was something underneath the sky. A mystery not revealed. I know I am not really alone...
Tepatnya tanggal 7 Agustus 2011, hari Minggu. Galau. Kata yang paling tepat untuk mendeskripsikan kejiwaan seorang cewe yang udah cukup umur (ukurannya apa coba?!) yang berjiwa abege ababil. Kacrruuuuuttt!!! *buka aib. Well, setelah mengalami guncangan psikis dalam interview kerja di sebuah Bank besar. Gue berpikir ada yang salah dengan diri gue dan harus segera diperbaiki. Baiklah, akhirnya gue membeli beberapa buku panduan psikotest, TPA, tips lulus wawancara yang judul bukunya heboh-heboh banget dan ‘maaf’ agak alay. LOL. Contoh: Soal-soal Panas Panduan Nasional TPA, Psikotes dan wawancara kerja; Pasti lolos TPA; Strategi jitu menaklukkan soal-soal Psikotest dan TPA, dll. (lebayyy deh!!)
Oke buku-buku ini kelihatannya mantap sekali, gue tau bisa ngerjain tanpa bantuan orang lain tapi heeeyy,, I need something more than just answering or picking the right pictures or whatever deh! Gue butuh trik dan tips untuk ngerjain itu semua, akhirnya gue berpikir dan berpikir dan berpikir hingga ada satu nama yang muncul dikepala gue yaitu jeng jengg jeeeennngg, ya itulah… *rahasia perusahaan.
Dibutuhkan keberanian yang harus gue tumpuk-tumpuk kayak karung beras yang bertindihan sebanyak 8 karung dengan berat masing-masingnya 50kg. Kebayang gak?! *gak make sense deh! Tau untuk apa? cuman bilang, “Gue butuh bantuanmu. Segera. Soon.” That’s it! Gue ulangin that’s it!! (biar lebih dramatis). Ih, memalukan banget cong, padahal temen sendiri juga (but he’s the special one *ini jujur). Akhirnya gue tweet dia dan surprisingly, dia mau ngajarin gue, terus kita janjian ketemu di halte FK UI Salemba. Mennn, jauh bener dari Bekasi ke Salemba harus mengarungi jalan tol, pasar tradisional yang macet, dan dipaksa dimintain duit sama pengamen yang bahkan gak ngamen sama sekali, tapi demi sesuap nasi dan segenggam berlian bang toyib rela gak pulang-pulang. *eh, kok nyasar kesini jadinya?! Geblek. Karena gue butuh bantuannya jadi wajarlah gue yang datengin tempatnya, itu loh maksud gue.
Hmmm, gosh!! Dalam pikiran gue yang berisik banget, berontak seperti perang antara jerman barat dengan jerman timur bombardir sana sini, penuh dengan ceceran darah dan ada musik dangdut tiba-tiba abang es doger lewat??!! (hei, ini datangnya dari mana? Imajinasi yang aneh, ngawur banget), balik ke cerita --> ketika gue nyampe di halte itu, “oh tidak, oh tidak, apa yang akan terjadi, kacruuuut…!!!” *rada-rada (gejala gangguan mental). Gue jarang banget ketemu dengan orang ini dan hari ini ketemu and it feels like an awkward moment. Tapi gue tipikal orang sanguin (dan orang itu juga ngaku-ngaku sanguin *merasa tersaingi dan lagi-lagi gak make sense), tentu aja suasana bisa langsung lumer *hari itu panas banget jadi ini bener-benar masuk akal, ‘LUMER.’
Bertemu. Salaman. Bilang apa kabar? Jawab dan tanya balik apa kabar. Kikuk, kikuk.. gue ngerasa kayak robot gedek yang kurang oli, kaku! (katanya sanguin?!) Woy, woy, woy, biar gue jelasin. Oke, gue gak bisa jelasin apa-apa. Dia ngajak gue ke suatu restoran fastfood yang pusatnya ada di Amerika dan cabangnya banyak bergelimpangan di Jakarta dan sekitarnya dan seluruh Indonesia lah, maskotnya badut dengan rambut merah keriting dan bajunya garis-garis dan dominasi 3 warna merah, putih, kuning. Lo pasti taulah.
Bertemu dengan dua orang temannya, dan oo..oo.. jadi inget pas sidang skripsi waktu itu. Gimana keadaannya? Asik! Serius, langsung akab (akhirnya gue membuktikan kalo gue emang sanguin tulen) *sebenernya gak penting-penting amat lo tau gue tipikal orang yang gimana, cuman gue aja yang suka ngasih info gratisan gak penting. Hahahaha…
Jalan kekosan temennya, katanya kosannya si temen gue ini kurang memadai kalo mau belajar akhirnya mengungsilah kami dikosan temannya itu (terlalu banyak kata teman). Sial, kayak korban tsunami atau gempa bumi yang membuat kami menjadi seperti gembel miskin gak karu-karuan dan untung ada yang mau nampung. Terima kasih kawan, upahmu besar di kantormu. :p
Serius, tujuan gue tulus cuman untuk berguru dengan sang master TPA/Psikotest (kalo dia baca ini mungkin gue agak lebay tapi gue mengakui kehebatannya dan kalung salib yang pakainya cool) *kenapa sering ada kalimat yang gak nyambung yah?!
Wow, wow, dan wow (kalo bisa gue bakalan cuman tulis kata wow untuk satu paragraph ini dan hey, ini tulisan gue dan siapa yang ngelarang coba?) wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow, wow. Cukup!
Gue gak nyangka dia masih bisa bersikap baik sama gue, masih mau ngajarin gue, padahal waktu itu gue cuekin dia pas muncul tiba-tiba di sidang skripsi gue. Sebenernya bisa aja dia sakit hati waktu itu (gue terlalu sensitif). Plisss, maafin banget. Gue keki men, keki banget, sumpah keki-sekeki kekinya, keki yang paling akut yang bisa bikin gue keki setengah hidup. Padahal mah, seneng banget ngeliat dia muncul, hehehe *gengsi gak ketulungan. Kangen gue, tapi yah gak mungkin juga dia kangen sama gue dan perasaannya aja udah berubah kali sama gue. Yang gue tau sekarang dia udah punya cewe, semoga aja langgeng deh.
Kalo ditanya apakah gue masih suka sama dia? Ini pertanyaan sulit banget buat dijawab, kalo gue jabarin mungkin kayak gini. Oke, gue mencoba untuk nyari pengganti dirinya, gue ngeliat cowo cakep dan mata gue langsung berbinar *najonggg. Tapi cuman sebatas itu aja, kalo pun tuh cowo deketin gue (buset pede banget) entah kenapa perasaan gue datar aja. Yah, kalo kata si Niken (temen sekelas) kita samaan, kalo udah suka suka sama satu orang yah bakalan suka untuk selamanya (lebay.. kata lainnya untuk waktu yang lama). Tapi itulah kenyataannya. Gue sih pasrah aja, kalo dibilang cinta bertepuk sebelah tangan, ya mungkin bener.
Tapi pas kemaren gue tanya, “wanitamu kerja dimana sekarang?” (EYD banget deh eike). Dia menjawab, “ah, udahlah gak usah dibahas itu..” Sepertinya ada yang salah dengan hubungan mereka (ini mah cuman tebakan sotoy gue aja). Gue merasa bersalah karena nanyain itu dan okelah gue gak akan pernah nanya-nanya lagi.
Seberapa besar harapan gue pengen balikan sama dia? Haduh, kenapa gue buat pertanyaan yang sulit untuk gue jawab sendiri. Yang pasti perasaan gue tetap sama sejak pertama kali gue suka sama dirinya. Entahlah, pertama-tama mungkin karena gue takjub sama kecerdasannya (awal gue suka sama dia) dan alasannya lainnya gue gak ngerti kenapa sampe sekarang gue belum bisa ngelupain dia. Gue hanya merasa dia spesial yang gak bisa gue jabarin. Harapan gue seluas langit biru, tak berbatas. Ketika gue memandang langit, gue seperti menggantungkan semua harapan-harapan yang gue ingin capai dalam hidup ini baik cita dan cinta. Waktu putus dulu, gue tau itu salah satu kesalahan terbesar gue. Masalah sepele yang seharusnya gak terjadi dan mungkin karena pengalaman pacaran pertama kali jadi gue grogi (anjreettt, udah kayak ujian SPMB aja). Tapi kalo dikasih kesempatan kedua, gue yakin gue udah memperbaiki diri gue dari kesalahan yang udah pernah gue buat dulunya. Tapi yah, lagi-lagi gue cuman bisa berdoa. Seandainya dia masih suka sama gue entah gimana gue mendeskripsikannya (gue akan sangat bahagia) tapi seandainya dia gak suka gue yah mungkin emang gak jodoh kali dan mau gak mau harus cari yang lain lah. Hahahha. Gue yakin Tuhan baik kok.
Orang lain mungkin akan berpikir gue adalah orang yang tolol, suka sama cowo yang bahkan gue gak tau apakah rasa sukanya dia sama kayak gue atau gak atau yang lebih parahnya lagi dia punya perasaan suka gak sama gue? Auah gelap, katakanlah begitu. Ngomongin hati kadang emang gak masuk akal, tapi yaaahh elah, susah banget gue jelasinnya. T_T
Yang pasti gue masih suka dengan dirinya, tapi entahlah kalo dia baca postingan gue ini. Gue gak mau dikasihani dan gue tidak sedang mengemis cinta darinya. Satu lagi, gue juga gak mau dijadiin pelarian kalo (misalnya/seandainya) dia putus dengan wanitanya yang sekarang. Serius, gue gak pernah doain mereka bakalan putus, klo dia bahagia sama cewe itu, itu baik untuknya. Gue mau kalo pun dia suka, harus suka yang tulus (astakjim, alay gue kambuh).
Berapa paragraph tuh yang gak nyambung sama tujuan awal gue yang pengen cerita tentang proses belajar gue dengan dia, eh malah curhat gak karuan. Blogspot emang is the best lah. *tuh kan gak nyambung lagi. -_____-“
Soundtrack: The Corrs - So Young
"There's no such holy youngs anymore, we are just like everybody else yet trying to get ourselves back on path for one more time.. Wallowing in sin and we only need the 2nd chance, not to be holy but to be accepted without making our beloved people crying in desperation, pain, and sadness. That's all..!!"
So young, so young..
Yes, we’re so young..
Doing stupid and silly things as if we lived only for today and don’t care about tomorrow.
Break the boundaries and our anthem is, “The rules are made to be broken..!!”
We are the little asshole rascal because we’re so young!
Neglect the norms as if world just belonged to us.
The mistakes are the most delicious food that lullaby our tongues.
And then we sing, "It doesn't matter at all, it doesn't matter at all.."
So young, so young..
Uncontrollable hormone…
Hard to distinguish which is wrong or right and we just simply said, “fucked with it, I don’t care a damn shit!!”
Stars are dancing quietly above accompany the cursed night.
Hearts beat quickly and brain filled by misty of desire.
So young, so young..
The guilty pleasure is killing the soul.
This is a secret that she and he will bring for the whole life.
This is a secret that will shadow them until the death comes to fetch the last breath.
Don’t let anyone know, don’t…
So young, so young..
It’s our age and our spirit, they cannot stop us.. never!!
Suddenly, life becomes like a roller coaster, runs as lighting flash.
O accursed things.. Hope that God would not condemn!!
So young, so young..
Inexperienced yesterday’s children
Need more learn, what life means about?
A piece of black note in youngsters’ life..
Forbidden yet beautiful and devil is smiling on us.
So young, so young..
We’re about seizing our own different dreams, our own destiny.
Not always on track, sometimes we take a look what lies on right and left..
Without think twice decided to step on it instead of challenge our quite flat life.
It’s a choice that has been chosen.
So young, so young..
We’ll forever young and start to forget yesterday.
Bury all the memories deep down in our brain and lock it and throw the key away, so we will not able to open or even peek it later.
Erase the pain hour by hour, eliminate the shame day by day.
Endeavor to have our eyes rest closed and stop thinking what we had last day.
We will never let our beloved down, no.. we're not sucker!
So young, so young..
Teach us how to behave.
May the wisdom leads us to be true and someone who live behind the clouds forgives the youngs.
Thanks for everything, for the bads and goods, they are the ingredients of spicy life.
Let's live normally and we don't wanna die in guilt.
O so young..
Friday, April29' 2011_1.32AM
Do you know, what happened around 10PM on September1’ 2010 at my boarding house? (I bet you don’t!!).
There was an incoming message to my old-fashioned cell phone and contained, “ai, are you at your boarding house?”
I replied, “yes, why?”
he replied again, “could you out for awhile?”
I was shocked, out where to, anyway? I didn’t catch what his purpose, so I simply texted, “where to?”
another replied, “out from your room, I’m already in front of your boarding house.”
Woow, it’s magic!! How come not?! It was 10 o’clock in the evening.. :scratching head:
My appearance was so damn completely a mess, I was wearing short, over-sized t-shirt, and hair tied.. :the good news was I had bathed:
I caught someone-who-I-thought-I-knew..
He came by motorcycle to Depok from somewhere in South Jakarta. The very first thing which shifted over my eyes was a woman who sitting behind him on his motor cycle, his sister. I knew her and she just smiled away and then the man spoke up (break the silence) without letting off his helmet which sticking around his head, said the forewords, “Hi ai..” bla, bla,bla.. (Jeez, I forgot what the next words following?? I guess they were like common greetings, could be-->(how’s you doing?, sorry for disturbing, what are you doing?) I couldn’t recall.. :poor memory:-->(by the way, were they greetings??
After had said his sacred words, the man asked the woman who was sitting behind him to hand over the bag to the owner.. (I was motionless, stunned watching his action yet the truth was I didn’t know what to do and what to say), hahaha.. actually I was between confused and nervous, very much.. (Gosh, bay!! You’re acting like a teenager somehow!!).
The man groped something inside his backpack, something-quite-big..
Bingo!! My hunch was right! It’s quite big and covered by black plastic. I didn’t have any idea what was laid inside the plastic.
The man just simply said, “I want you to have this..”
Well, with the feeling of doubt I accepted that quite big gift... (maybe it was a bomb!) :strange thoughts:
And then, he and his sister gone with wind..
I got back to my room, I found 5 gifts and a letter.
A letter was told me about his feeling after we had over, I was touched.. If you hurt by these stuffs, let me tell you.. I do feel the same way with you. Don’t you ever think that you’re the only one is hurt.. Hard to recover? Yes, Indeed for me..
Up till now, I’m still wondering what the gifts mean about? Okay, I ever asked you to tell me but I canceled it without any apparent reason. If only I had a chance to know them, the eagerness would release..



Pagi ini ketika aku membuka facebook, aku menemukan status ini muncul di homepage ku.
“Kau hanya tertekan dgn keadaan itulah mengapa kau mengambil keputusan dan manusia tdk selalu lulus dalam ujian2 dlm mengarungi hidupnya, jadikanlah itu sebuah pelajaran dan cepatlah kau lupakan karena kau harus terus berjuang utk sebuah hadiah yg disebut dgn masa depan! Tuhan pasti memberikan yang terbaik utk orang baik dan kau salah satu orang baik.. Dan jika kau sukses nanti jgn lupa untuk meneraktirku es tebu.. :D”
Entahlah, tapi aku merasa kalimat itu ditujukan kepadaku (ke-pe-de-an) :jorokkinkejurang:
Untukmu, terimakasih atas dukunganmu dan itu berarti buatku.
Aku akan belajar untuk menjadi orang yang lebih baik setiap hari, dan aku harap kamupun demikian.
Aku akan berusaha dan berjuang untuk hadiahku, dan bila ada kesempatan aku akan meneraktirmu minum es tebu di pinggir jalan, di seberang Kementerian Pertanian, menikmati matahari sore dan kendaraan Jakarta yang mengantri untuk pulang.
Tapi, apakah pada saatnya nanti kau masih mau menerima ajakkanku walau hanya sekedar duduk ngobrol santai di tepian jalan raya Ibu Kota Jakarta?